Monday, 19 November 2012

Haruskah Bahasa Inggris di Hapuskan di Sekolah Dasar?

Dalam kurikulum 2013/ 2014 kemendikbud merencanakan akan meringkat mata pelajaran di tingkat SD yaitu IPA dan IPS yang nantinya diintegrasikan dengan mata pelajaran lain. Sebelumnya Kemendikbud menyatakan bahwa Bahasa Inggris akan menjadi muatan lokal di tiap sekolah (metro tv news), tetapi belakangan ternyata kemendikbud menyatakan tidak akan mewajibkan Bahasa Inggris. Namun demikian, kemendikbud juga mengatakan bahwa Bahasa Inggris tidak dihapus karena sebelumnya Bahasa Inggris juga tidak diwajibkan di tingkat SD, dan kurikulum Bahasa Inggris di SD pun sebenarnya tidak ada.

Dari pernyataan ini bisa dikatakan bahwa sebenarnya sekolah masih boleh jika menggunakan Bahasa Inggris sebagai muatan lokalnya, dan Kabupaten Pekalongan pun masih mungkin jika menggunakan Bahasa Inggris sebagai muatan lokal kabupaten. Apalagi, pada tahun 2012 Kelompok Kerja Guru (KKG) Bahasa Inggris Kabupaten Pekalongan sudah menyusun draft kurikulum Bahasa Inggris SD, yang sekarang entah dimana draft itu berada. Tujuan penyusunan draft tersebut adalah untuk memperrkuat posisi Bahasa Inggris sebagai muatan lokal kabupaten, agar kelak menjadi muatan lokal unggulan kabupaten sehingga cukup pantas jika Kabupaten Pekalongan mengangkat PNS Guru Bahasa Inggris SD. Selain itu, KKG Bahasa Inggris Kabupaten Pekalongan juga telah mengupayakan berbagai macam usaha seperti menyeragamkan materi ajar dengan membuat Buku Ajar Acuan Pengayaan Be-Smart dan juga membuat buku panduan Be-Smart yang disponsori oleh pihak Pemda. Entah dimana kini, draf kurikulum dan draf buku panduan itu, saya tidak tahu.

Pelepasanku...

Hari Jum'at, 9 November 2012 lalu saya baru dilepas dari SDN Pagumenganmas. Dengan penuh percaya diri saya tidak menyiapkan apapun, termasuk persiapan pidato perpisahan. Alhasil, saya seadanya berpidato yang penting isinya adalah ucapan terima kasih dan permintaan maaf atas segala tingkah laku saya yang mungkin saya menyakiti hati.

Acara berlangsung dengan lancar dan sesuai rencana. Ketua Komite Sekolah dan Pengawas pun hadir disana untuk memberikan beberapa patah kata perpisahan. Selain itu, saya juga mendapat bingkisan yang cukup mengejutkan.



 

Kurikulum Baru Berlaku, Guru TIK SMP pun Terpaku

Kurikulum baru yang rencananya akan mulai diberlakukan pada Juni 2013 mendatang akan membawa perubahan pada semua tingkat pendidikan, termasuk SMP. Di SMP mata pelajaran yang semula berjumlah 12 akan berkurang menjadi 10, yaitu Agama, PPKN, Matematika, Bahasa Indonesia, Seni Budaya, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, IPA, IPS, Bahasa Inggris dan Prakarya. Sementara mata pelajaran pengembangan diri seperti TIK akan diintegrasikan ke semua mata pelajaran.

Nah loe... nasib guru TIK di SMP disinyalir akan sama dengan guru-guru Bahasa Inggris di SD. Entah nantinya kemana mereka akan digiring, apakah akan sama dengan kami yang dipindah ke jenjang yang lebih tinggi? Let's see...

Sebagai orang buangan, yang pernah mendapatkan perlakuan demikian saya berharap tidak ada korban selanjutnya karena rasanya sangat tidak enak. Semoga nasib mereka lebih baik dari kami yang bagaikan diombang-ambingkan debur ombak di lautan...


Thursday, 20 September 2012

Cerita 1: Penggalauan Nasional Guru Bahasa Inggris SD Kabupaten Pekalongan


Pada tanggal 4 Juli 2012 lalu guru-guru PNS Bahasa Inggris SD diundang ke Aula UPT Dindikbud Kajen guna mendapat penjelasan tentang Penataan Guru Bahasa Inggris SD. Dalam pertemuan inilah kami benar-benar tahu fakta sebenarnya. Pemindahan ini katanya demi menyelamatkan guru Bahasa Inggris SD yang berstatus PNS karena dalam peraturan baru di SD hanya ada guru kelas, kepala sekolah dan dua guru mapel (PAI dan PenjasOrkes). Bisa dikatakan kami berada diluar sistem.

Cerita 2: Anugerah dan Musibah

Singkat cerita, sekitar seminggu sesudah galau maksimal menunggu hasil tes, muncullah pengumumam pemetaan guru Bahasa Inggris SD di Kabupaten Pekalongan. Beberapa guru merasa mendapat anugerah, tetapi tak jarang pula yang merasa mendapat musibah. Ada yang tertawa lebar, ada pula yang menunduk penuh kesedihan.

Sunday, 16 September 2012

Kejutan Awal Tahun

Awal tahun ajaran ini (2012/2013), semua guru Bahasa Inggris SD di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan mendapat semacam kejutan besar. Ya... sebenarnya lebih pantas disebut shock therapy. Sebuah rumor bahwa Mulok Bahasa Inggris di SD akan dihapus dan guru-guru yang berstatus PNS/ CPNS akan dipindahtugaskan ke jenjang SMP/ SMA dalam tempo sesingkat-singkatnya menjadi sebuah kenyataan.