Skip to main content

Posts

Menjadi Juri Lomba Puisi

Bulan April lalu, ada tawaran menarik dari teman yang masih saudara juga sebenernya. Tawaran untuk menjadi juri lomba puisi PORSEMA MI (Pekan Olah Raga dan Seni Madrasah) Tingkat MI Se-Kabupaten Batang.

Kesempatan tidak datang dua kali, langsung lah saya iyakan. Dan Rabu itu, untuk pertama kalinya saya menjadi juri lomba puisi tingkat Kabupaten Batang pulak. Pengalaman pertama si kalau jadi juri lomba puisi. Dulu pernah, jadi juri lomba pidato Bahasa Inggris, itupun tingkat Kecamatan.

Wah, gak nyangka deh kalau Batang MI nya keren-keren. Meskipun masih di bangku sekolah dasar penampilan mereka luar biasa, gak kalah sama yang tingkat lebih tinggi deh. Yang hebat anaknya apa pembimbingnya atau dua-duanya??? Sayangnya gak sempet moto yang juara.




Recent posts

Playing Card to Learn Conditional Sentence Type 1

Materi Bahasa Inggris Kelas X sudah masuk ke materi conditional sentence type 1. Kemarin, saya memberikan dua kegiatan di kelas. Yang pertama adalah writing chain story dan yang kedua adalah playing card. 




Hari Kartini

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tanggal 21 April Indonesia merayakan hari Kartini. Namun, yang masih tidak berubah dari tahun ke tahun adalah cara perayaannya yang hanya dengan memakai kebaya atau lomba-lomba yang diluar spirit perjuangan R.A Kartini sendiri. Bahkan agaknya,  tambah tahun kian parah salah fokusnya. Jika dulu perayaan dengan make up tebal dan berkebaya itu hanya di sekolah tertentu,  kini hal tersebut adalah trend yang merata di kalangan masyarakat kita.

Pada masanya, saya pun pernah merayakan Hari Kartini dengan cara yang sama, tapi seiring berjalannya waktu, saya sadar bahwa hal itu kurang tepat dilakukan. Terlalu dangkal jika perjuangan R.A. Kartini hanya dimaknai dengan memakai kebaya saja. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan memakai kebaya, bagaimanapun juga itu pakaian adat kita.  Namun takutnya,  kelak anak-anak kita yang masih ingusan itu hanya mengingat kebayanya tanpa tahu apa yang diperjuangkan Ibu Kartini.

Sepengetahuan saya yang terbatas ini,  R.A. Kar…

Kegiatan Temu Pendidik (Mudik #4) KGB Pekalongan

Hari Jum'at lalu, tepatnya pada tanggal 14 April 2017, ada event menarik yang diadakan oleh Komunitas Guru Belajar Pekalongan. Event tersebut biasa disebut Mudik, kepanjangan dari Temu Pendidik. 
Pada pagi yang agak mendung itu, ada tiga narasumber yang hadir untuk berbagi berbagai pengalaman mengajarnya di kelas. Yang pertama adalah Bapak Edi Susilo, yang akrab dipanggil Pak Edus. Pak Edus adalah seorang guru Prakarya dari SMA N 1 Pekalongan. Beliau membagikan berbagai teknik tentang fotografi dan bagaimana fotografi diaplikasikan dalam pembelajaran. Untuk materi fotografi yang beliau sampaikan dapat diunduh melalui link INI.



Narasumber yang kedua adalah Bapak Niamil Hida, yang merupakan kepala sekolah MI Kranji 01 yang mengusung jargon "Sekolahnya Manusia". Beliau menceritakan tentang pengalaman beliau mengubah kelemahan menjadi kelebihan. Salah satu cerita yang beliau sampaikan adalah tentang pengalaman salah mengambil jurusan hingga menemukan rumusan untuk lebih meman…

A PLPG NOTE: CONTOH RPP PEER TEACHING PLPG

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran I (RPP I)
Sekolah                          :  SMK N 1 Karangdadap Mata Pelajaran             :  Bahasa Inggris Kelas / Semester          :  X / Genap Materi Pokok                :  Recount Text Alokasi Waktu                          :  30 Menit
A.Kompetensi Inti (KI) KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. KI 2: Menghayatidanmengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI3:Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,proseduralberdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan,

Catatan Guru Galau: Si Unik yang...

Namanya Rahman, anaknya cerdas dan sebenarnya bisa dibilang pintar. Nilai-nilai yang di raih saat ulangan harian, UTS, UAS, atau UKK seringkali melampaui KKM. Namun sayang sungguh disayang, bagi guru attitude nya kurang menarik. Dia sering menyepelekan pelajaran dengan tidak mau mencatat, mengerjakan tugas dan bahkan meninggalkan jam pelajaran. 
Anak kayak gini ini yang bikin galau. Di satu sisi, saya memahami bahwa anak ini tak sepenuhnya bersalah. Mungkin guru nya lah yang harus kreatif dalam mengajar supaya anak dengan karakter ini betah di kelas. Baginya kelas kurang menantang, kegiatannya itu-itu saja, nyatet lagi-nyatet lagi. *ssstt saya juga masih sering nyatet kok, hehe...
Sementara disisi lain, anak kayak gini tak bisa dibiarkan merajalele, eh merajalela. Pasalnya bisa memotivasi teman yang lain untuk berbuat hal yang serupa jika dia di diamkan saja. Dinasehati dan dihukum pun masih biasa, gak banyak pengaruhnya. Jadi, sampai postingan ini diterbitkan saya masih galau, belum ta…

Mudik Bulanan KGB Bulan April: Karier Guru

Hari Jum'at lalu, ada event menarik dari KGB (Komunitas Guru Belajar). Event yang diadakan rutin setiap bulan ini disebut Temu Pendidik Online atau disingkat Mudik Online. Mudik online ini disiarkan secara langsung melalui facebook. Topik bulan ini sangatlah menarik, karier guru. 
Selama ini, kita hanya mengetahui bahwa karier guru sebatas kepala sekolah atau pengawas yang masa jabatannya ditentukan oleh pemerintah. Namun, di event ini dibahas bahwa karier guru itu sangatlah luas. Guru bisa menjadi peneliti atau penulis seperti nara sumber yang dihadirkan yakni Bu Evi dan Pak Eka. Lebih jauh lagi, di grup KGB Pekalongan pun dibahas karier lain seperti edutraveller, blogger, pembuat edugames, pembuat media, youtubers, bike photo hunter, pembuat lagu, dan masih banyak lagi. Tentunya ketika membahas karier guru ini tidak keluar dari pengembangan diri nya sebagai guru seperti mencari sampingan yang tidak ada hubungannya dengan keguruan. Ini baru namanya guru yang merdeka yang bebas m…